Perang Bani Quraizah

E-mail Cetak PDF

(Dzulqa'dah, 5 Hijriyah)

Penyebab peperanan ini dapat dilihat pada pertengahan perang Ahzab.

Sehari setelah kepulangan Rasulullah SAW di Madinah, tepat pada waktu Zuhur, datang malaikan Jibril menemui Rasulullah SAW yang sedang mandi di rumah Ummu Salamah. Malaikat Jibril berkata:

"Apakah kamu sudah meletakkan senjata?, sesungguhnya malaikat belaum meletakkan senjata mereka dan aku tidak akan kembali sebelum menyerang suatu kaum. Bangunlah engkau sekarang bersama sahabat-sahabatmu menuju Bani Quraizah, aku akan berjalan di depanmu untuk mengguncangkan benteng-benteng mereka dan menebarkan ketakukan di dada mereka."

Berangkatlah Jibril bersama pasukannya dari kalangan malaikat.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan seserang mengumumkan kepada masyarakat untuk segera berangkat ke perkampungan Bani Quraizah dan berpesan agar mereka tidak shalat Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizah. Beliau uga memerintahkan Abdullah bin Ummi Maktum untuk menjaga kota Madinah, lalu beliau menyerahkan bendera perang kepada Ali bin Abi Thalib.

Rasulullah SAW segera berangkat bersema beberapa orang pasukanya. Para sahabat yang masih di Madinah bergegas pergi menyusul Rasulullah SAW menuju Bani Quarizah agar mereka dapat shalat Ashar di sana.

Namun di tengah perjalanan sebelum tiba di Bani Quraizah, saktu Ashar telah tiba. Mengingat pesan Rasulullah SAW di atas, sebagian para sahabat menunda shalat Ashar mereka hingga tiba di Bani Quraizah di akhir waktu Isya. Sementara sebagian yang lainnya melakukan shalat Ashar saat itu juga karena berpendapat bahwa yang dimaksud Rasulullah SAW adalah untuk segera berangkat, bukan mengakhirkan shalat. Walaupun telah terjadi perbedaan pandangan, hal itu tidak membuat mereka saling bertikai.

Begitulah, sekelompok demi sekelompok tentara kaum muslimin berangkat menu Bani Quraizah. Mereka berjumlah 3000 orang. Setibanya di sana, mereka segera melakukan pengepungan.

Pengepungan terus berlangsung selama 25 hari. Sebenarnya Bani Quraizah dapat bertahan dalan pengepungan tersebut dalam waktu lebih lama, mengingat kuatnya benteng mereka dan tersedianya bahan makanan dan minuman di dalamnya. Sementara di sisi lain, udara dingin tanpa perlindungan menghadang kaum muslimin disertai rasa lapar yang sangat. Namun peperangan ini lebih bersifat perang urat syaraf karena mereka dihantui rasa takut oleh kekuatan kaum muslimin, akhirnya orang Yahudi Bani Quraizah tunduk dan mereka menyerahkan keputusannya kepada Rasulullah SAW.

Orang-orang Anshar menghadap Rasulullah SAW untuk meminta keringanan hukuman terhadap Bani Quraizah, mengingat hubungan baik mereka selama ini. Maka dengan bijaksana Rasulullah SAW menunjuk seorang  sahabat dari kalangan Anshar yang bernama Sa'ad bin Mu'adz untuk menetapkan hukuman untuk mereka.

Sa'ad bin Mu'adz memberikan ketetapan berupa hukuman mati kepada setiap laki-laki dewasa dari Bani Quraizah, sedangkan kaum wanitanya ditawan, dan harta mereka dijadikan ghanimah.

Mendengan keputusan itu Rasulullah SAW berkomentar:

"Engkau telah menetapkan hokum Allah dari atas tujuh lapis langit."

Maka segeralah dilaksanakan eksekusi hukuman mati dengan memenggal kepada orang dewasa dari Bani Quraizah dan berjumlah antara 600 hingga 700 orang, termasuk di dalamnya tokoh Yahudi Bani Nadhir, Huyay bin Akhtab, bapak Shafiyah Ummul Mukminin ra. yang saat itu juga ikut berlindung di benten Bani Quraizah.

Hukuman yang sepintas sangat keras ini sebenarnya sangat layak diberikan kepada Bani Quraizah, mengingat penghianatan mereka di saat-saat Rasulullah SAW membutuhkan bantuan mereka berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. Apalagi ternyata diketahui kemudian, setelah kaum muslimin memeriksa benteng mereka, didapati di dalamnya perlengkapan perang lengkap yang sangat banyak. Hal itu menunjukkan bahwa mereka memiliki rencana lebih besar lagi terhadap kaum muslimin.

Begitu juga pada zaman sekarang ini, orang Yahudi itu layak dikatakan sebagai penjahat perang yang harus dihukum mati.

Perang Bani Quraizah terjadi pada tahun ke-5 Hiriyah, bulan Dzalq'dah.

 

< Index Sejarah Singkat Rasulullah SAW >

Index Sejarah Singkat Rasulullah

SEBELUM KERASULAN


Kelahiran Rasulullah SAW
Kehidupan di Bani Sa'ad
Peristiwa Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr)
Ditinggal Ibu Tercinta
Di Bawah Asuhan Sang Kakek
Di Pangkuan Paman
Bersama Pendeta Buhaira
Perang Fijar
Hiflul-Fudhul (Perdamaian)
Kehidupan Rasulullah yang Berat
Menikah dengan Khadijah
Pemugaran Ka'bah dan Keputusan yang Adil
Kepribadian Menarik Rasulullah SAW sebelum Menjadi Nabi



PERIODE MEKKAH


WAHYU PERTAMA DAN PENGANGKATAN KERASULAN
Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Sirriyah)
Shalat (di awal kerasulan, sebelum Isra' Mi'raj)
Suku Quraisy Mendengar Berita tentang Dakwah Rasulullah
Dakwah Secara Terang-Terangan (Jahriyah)
Musyawarah untuk Mencegah Jama'ah Haji Mendengar Dakwah Rasulullah SAW
Berbagai Upaya Menghentikan Dakwah
Berbagai Penindasan dan Penyiksaan
Darul Arqam
Hijrah ke Habasyah (Ethiopia)
Tipu Daya Quraisy terhadap Muhajirin Habasyah (Ethiopia)
Upaya Quraisy Menghentikan Dawah Rasulullah SAW lewat Pamannya; Abu Thalib
Ide Membunuh Rasulullah SAW
Hamzah bin Abdul Muthalib Masuk Islam
Umar bin Khattab Masuk Islam
Utusan Kafir Quraisy Menghadap Rasulullah SAW
Boikot Umum
Pembatalan Lembar Perjanjian
Tahun Duka Cita ('Aamul Huzni)
Menikah dengan Saudah ra.
Memperluas Dakwah Ke Luar Mekkah
Berdakwah ke Thaif
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra.
ISRA' MI'RAJ
Bai'at Aqabah Pertama
Duta Islam ke Madinah
Kesuksesan Dakwah Mush'ab
Bai'at Aqabah Kedua
12 Orang Naqib (Kepala Regu)
Setan Mengatahui Peristiwa Bai'at
HIJRAH KE MADINAH
Hijrahnya Rasulullah SAW
Di Gua Tsur
Menuju Madinah
Singgah di Quba
Masuk Kota Madinah



PERIODE MADINAH


Komposisi Penduduk Madinah
Membangun Masyarakat Baru
Membangun Masjid Nabawi
Mempersaudarakan Kaum Muslimin Muhajirin dan Anshar
Perjanjian Islam
Perjanjian dengan Kaum Yahudi
Perang Melawan Orang Kafir
Perubahan Arah Kiblat
Perang Badar Qubra
Soal Tawanan Perang Badar
Pengaruh Perang Badar
Perang Bani Qainuqa'
Perang Uhud
Perang Uhud dalam al-Quran
Pelajaran dari Perang Uhud
Kejadian Antara Perang Uhud dan Ahzab
Bani Asad
Tragedi ar-Raji'
Tragedi Bi'r Ma'unah
Perang Bani Nadhir
Perang Badar Kedua
Perang Daumatul Jandal
Perang Ahzab
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsy
Perang Bani Quraizah
Perang Bani Musthaliq
Peran Orang-Orang Munafiq dalam Mengacaukan Kekuatan Kaum Muslimin
Barita Dusta (Haditsatul Ifki)
Perjanjian Hudaibiyah
Kasus Abu Jandal
Menyembelih Hady dan Mencukur Rambut
Menolak Mengembalikan Wanita Muslimah yang Hijrah
Pelajaran dan Hikmah dari Perjanjian Hudaibiyah
Tokoh-Tokoh Quraisy Masuk Islam
BABAK BARU
Mengirim Surat Berisi Seruan Dakwah kepada Raja-Raja
PERANG KHAIBAR
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Shafiyah binti Huyay
Perkara Kambing Beracun Zainab binti Harits
Perang Dzaturriqa’
Umrah Qadha`
PERANG MUT’AH
Pengaruh Perang Mut'ah
Ekspedisi Dzatussalasil
FATHU MAKKAH (Penaklukan Kota Mekkah)
Perang Hunain
Umrah Kembali lalu Pulang ke Madinah
Perang Tabuk
Orang-Orang yang Tidak Ikut Perang Tabuk
Setelah Perang Tabuk
Abu Bakar Shiddiq Menunaikan Haji
Berbondong-Bondong Masuk Agama Allah



AKHIR HAYAT RASULULLAH SAW


Haji Wada'
Pasukan Perang Terakhir
Menghadap ke Haribaan Allah
Para Sahabat Dilanda Kesedihan Mendalam

facebook/PanduanIslamSitus