Perjanjian Hudaibiyah

E-mail Cetak PDF

Ketika kaum muslimin semakin lama semakin kuat di Jazirah Arabia, mereka mulai berpikir untuk mendapatkan hak mereka yang sangat mereka impikan, yaitu beribadah di Masjidil Haram yang sejak enam tahun lamanya teralang oleh orang-orang musyrikin. Hingga suatu saat Rasulullah SAW bermimpi memasuki kota Mekkah serta menunaikan Umrah dan thawaf di sana. Esok harinya Rasulullah SAW memberitakan hal tersebut kepada para sahabat, lalu beliau perintahkan mereka untuk bersiap-siap melakukan safar untuk umrah.

Pada hari senin bulah Dzulqa'dah tahun ke-6 Hijriyah berangkatlah Rasulullah SAW bersama 1400 orang sahabat tanpa senjata perang kecuali pedang di dalam sarungnya. Isteri yang ikut bersam Rasulullah SAW saat itu adalah Ummu Salamah. Setibanya di Dzulhulaifah (miqat bagi penduduk Madinah atau yang datang dari arah Madinah bagi mereka yang akan umrah atau haji), Rasulullah SAW mulai berihram untuk umrah.

Sementara itu kafir Quraisy yang  mendengar kedatangan Rasulullah SAW sepakat menghalangi kedatangan beliau apapun caranya.

Mengetahui gelagat tersebut, Rasulullah SAW menguabah rute perjalanannya sampai akhinrnya beliau singgah di sebuah tempat bernama Hudaibiyah.

Di tempat tersebut Rasulullah SAW menyatakan dengan tegas kepada Badil bin Warqa' al-Khuza'I (orang yang bersedia menjadi penengah antara kaum muslimin dan orang kafir) bahwa kedatangannya semata-mata ingin menunanaikan ibadah umrah, bukan untuk berperang. Namun jika orang-orang Quraisy memerangi mereka, maka Rasulullah SAW tanpa ragu akan memerangi mereka pula.

Mendengar hal tersebut kaum Quraisy mengirim utusannya untuk mengetahui hal yang sebenarnya. Rasulullah SAW kembali menegaskan hal tersebut pada utusan tadi. Utusan tersebut kembali ke kaumnya dan meyakinkan mereka bahwa kedatangan Rasulullah SAW hanya ingin melaksanakan umrah.

Begitu pula utusan berikutnya menyatakan hal yang sama.

Kali ini giliran Rasulullah SAW yang ingin mengetahui sikap kafir Quraisy. Beliau lantas mengutus Utsman bin Affan ra. Beliau memerintahkan kepadanya agar mengabarkan kafir Quraisy bahwa kedatangan mereka semata-mata untuk umrah, bukan berperang.

Setibanya di Mekkah, Utsman segera menyampaikan misinya kepada pembesar Quraisy. Setalah itu orang Quraisy menawarkan kepada Utsman untuk melakuan thawaf, hal tersebut ditolaknya, karena dia tidak akan thawaf sebelum Rasulullah SAW thawaf.

 

Penahanan Utsman bin Affan ra.

Orang Quraisy bermusyawarah untuk menetapkah jawaban yang akan disampaikan kepada Rasulullah SAW. Karena itu, mereka menahan Utsman bin Affan hingga ketetapannya selesai diputuskan, agar dia menyampaikannya kepada Rasulullah SAW. Namun kerana penahanan berlarut-larut, tersiarlah berita di kalangan para sahabat yang menunggu di Hudaibiyah bahwa Utsman bin Affan ra. dibunuh.

Mendengar berita tersebut Rasulullah SAW segera meminta para sahabatnya melakukan bai'at, untuk menuntut balas atas kematian Utsman. Mereka melakukan bai'at di bawah pohon. Bai'at tersebut dikenal dengan dengan Ba'atul Ridwan.

Allah menyatakan hal tersebut dalam Al-Quran:

"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon." (QS. al-Fath: 18)

Ketika kaum Quraisy mengetahui adanya bai'at bersebut, mereka segera mengutus Suhail bin Amr untuk mengadakan perjanjian dengan Rasulullah SAW.

Setibanya utusan tersebut di Hudaibiyah, disepakatilah perjanjian yang di dalamnya terkandung empat hal:

  1. Tahun ini (6 H) Rasulullah SAW harus kembali (tidak boleh melakukan umran). Tahun depan beliau dan kaum muslimin baru boleh memasuki kota Mekkah dan tinggal di sana selama tiga hari. Mereka hanya boleh membawa persenjataan musafir sedangkan pedang-pedang mereka harus dimasukkan ke dalam sarung. Pada saat itu orang Quraisy tidak boleh menghalanginya.
  2. Menghentikan peperangan dari kedua belah pihak selama 10 tahun dan mewujudkan keamanan di tengah masyaraka.
  3. Siapa yang menjalin persekutuan dengan Muhammad dan orang Quraisy maka dia termasuk bagian dari kedua belah pihak tersebut. Maka penyerangan yang diaarahkan kepada suku-suku tersebut dianggap sebagai penyerangan kepada sekutunya.
  4. Seapa yang kabur dari orang Quraisy (Mekkah) dan mendatangi Muhammad (ke Madinah) maka harus dikembalikan, sedangkan yang kabur dari Muhammad (Madinah) kepada orang Quraisy (Mekkah), tidak dikembalikan.

Kemudian Rasulullah Saw memanggil Ali bin Abi Thalib ra untuk mencatat isi terjanjian tersebut. Beliau mendiktenya dengan menusliskan Bismillahirrahmanirrahin.

Suhail segera memotongnya:

"Kami tidak mengenal "Ar-Rahman", tulis saja "Bismikallahumma".

Akhirnya Rasulullah SAW perintahkan Ali menuliskan bacaan tersebut. Kemudia Rasulullah SAW mendiktekan lagi:

"Ini adalah isi perjanjian antara Muhammad Rasulullah…"

Suhail kembali memotong:

"Kalau kami percaya engkau sebagai Rasulullah, tentu kami tidak akan menghalangimu dari Baitullah dan tidak akan memerengimu. Tulislah: Muhammad bin Abdullah.”

"Aku tetaplah Rasulullah meskipun kalian memdustakan aku", tegas Rasulullah SAW.

Akhirnya Rasulullah SAW perintahkan Abi bin Abi Thalib ra untuk menulis Muhammad bin Abdullah dan menghapus tulisan Rasulullah SAW. Namun Ali bin Abi Thalib menolak menghapusnya lalu Rasulullah Saw langsung menghapusnya dengan tangannya.

Perjanjianpun disepakati kedua belah pihak. Setelah itu, suku Khuza'ah menyatakan sebagai sekutu Rasulullah SAW, sedangkan Bani Bakar menyatakan sebagai sekutu Quraisy.

 

< Index Sejarah Singkat Rasulullah SAW >

Index Sejarah Singkat Rasulullah

SEBELUM KERASULAN


Kelahiran Rasulullah SAW
Kehidupan di Bani Sa'ad
Peristiwa Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr)
Ditinggal Ibu Tercinta
Di Bawah Asuhan Sang Kakek
Di Pangkuan Paman
Bersama Pendeta Buhaira
Perang Fijar
Hiflul-Fudhul (Perdamaian)
Kehidupan Rasulullah yang Berat
Menikah dengan Khadijah
Pemugaran Ka'bah dan Keputusan yang Adil
Kepribadian Menarik Rasulullah SAW sebelum Menjadi Nabi



PERIODE MEKKAH


WAHYU PERTAMA DAN PENGANGKATAN KERASULAN
Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Sirriyah)
Shalat (di awal kerasulan, sebelum Isra' Mi'raj)
Suku Quraisy Mendengar Berita tentang Dakwah Rasulullah
Dakwah Secara Terang-Terangan (Jahriyah)
Musyawarah untuk Mencegah Jama'ah Haji Mendengar Dakwah Rasulullah SAW
Berbagai Upaya Menghentikan Dakwah
Berbagai Penindasan dan Penyiksaan
Darul Arqam
Hijrah ke Habasyah (Ethiopia)
Tipu Daya Quraisy terhadap Muhajirin Habasyah (Ethiopia)
Upaya Quraisy Menghentikan Dawah Rasulullah SAW lewat Pamannya; Abu Thalib
Ide Membunuh Rasulullah SAW
Hamzah bin Abdul Muthalib Masuk Islam
Umar bin Khattab Masuk Islam
Utusan Kafir Quraisy Menghadap Rasulullah SAW
Boikot Umum
Pembatalan Lembar Perjanjian
Tahun Duka Cita ('Aamul Huzni)
Menikah dengan Saudah ra.
Memperluas Dakwah Ke Luar Mekkah
Berdakwah ke Thaif
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra.
ISRA' MI'RAJ
Bai'at Aqabah Pertama
Duta Islam ke Madinah
Kesuksesan Dakwah Mush'ab
Bai'at Aqabah Kedua
12 Orang Naqib (Kepala Regu)
Setan Mengatahui Peristiwa Bai'at
HIJRAH KE MADINAH
Hijrahnya Rasulullah SAW
Di Gua Tsur
Menuju Madinah
Singgah di Quba
Masuk Kota Madinah



PERIODE MADINAH


Komposisi Penduduk Madinah
Membangun Masyarakat Baru
Membangun Masjid Nabawi
Mempersaudarakan Kaum Muslimin Muhajirin dan Anshar
Perjanjian Islam
Perjanjian dengan Kaum Yahudi
Perang Melawan Orang Kafir
Perubahan Arah Kiblat
Perang Badar Qubra
Soal Tawanan Perang Badar
Pengaruh Perang Badar
Perang Bani Qainuqa'
Perang Uhud
Perang Uhud dalam al-Quran
Pelajaran dari Perang Uhud
Kejadian Antara Perang Uhud dan Ahzab
Bani Asad
Tragedi ar-Raji'
Tragedi Bi'r Ma'unah
Perang Bani Nadhir
Perang Badar Kedua
Perang Daumatul Jandal
Perang Ahzab
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsy
Perang Bani Quraizah
Perang Bani Musthaliq
Peran Orang-Orang Munafiq dalam Mengacaukan Kekuatan Kaum Muslimin
Barita Dusta (Haditsatul Ifki)
Perjanjian Hudaibiyah
Kasus Abu Jandal
Menyembelih Hady dan Mencukur Rambut
Menolak Mengembalikan Wanita Muslimah yang Hijrah
Pelajaran dan Hikmah dari Perjanjian Hudaibiyah
Tokoh-Tokoh Quraisy Masuk Islam
BABAK BARU
Mengirim Surat Berisi Seruan Dakwah kepada Raja-Raja
PERANG KHAIBAR
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Shafiyah binti Huyay
Perkara Kambing Beracun Zainab binti Harits
Perang Dzaturriqa’
Umrah Qadha`
PERANG MUT’AH
Pengaruh Perang Mut'ah
Ekspedisi Dzatussalasil
FATHU MAKKAH (Penaklukan Kota Mekkah)
Perang Hunain
Umrah Kembali lalu Pulang ke Madinah
Perang Tabuk
Orang-Orang yang Tidak Ikut Perang Tabuk
Setelah Perang Tabuk
Abu Bakar Shiddiq Menunaikan Haji
Berbondong-Bondong Masuk Agama Allah



AKHIR HAYAT RASULULLAH SAW


Haji Wada'
Pasukan Perang Terakhir
Menghadap ke Haribaan Allah
Para Sahabat Dilanda Kesedihan Mendalam

facebook/PanduanIslamSitus