ISRA' MI'RAJ

E-mail Cetak PDF

Di tengah kesedihan mendalam karena ditinggal orang-orang terdekat, sementara tekanan dari pihak orang kafir Quraisy kian bertambah. Terjadilah sebuah peristiwa besar yang selalu disebut dalam sejarah, yaitu peristiea Isra' Mi'raj Rasulullah SAW.

Tidak disepakati secara pasti kapan persisnya peristiwa ini terjadi, namun yang pasti adalah bahwa peristiwa tersebut terjadi pada akhir masa keberadaan Rasulullah SAW di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah.


Rincian Peristiwa

Rasulullah SAW di-isra'-kan (diperjalankan) dengan jasadnya dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis dengan mengendarai Buraq, dan ditemani oleh Malaikat Jibril alaihissalam. Kemudian di sara beliau singgah dan menjadi imam shalat bagi para nabi. Sementara Buraq diikat di lingkaran pintu Masjidil Aqsha.

Pada malam itu juga, beliau dengan buraq-nya mi'raj (naik) dari Baitul Maqdis ke langit dunia. Satu demi satu lapis langit beliau lewati dan setiap kali beliau melewati sebuah lapis langit beliau menemui para Nabi, mulai dari nabi Adam as. di langit pertama hingga nabi Ibrahim di langit ke tujuh. Beliau memberikan salam kepada mereka, dan mereka menyambutnya dengan menjawab salam beliau seraya mengakui kenabian beliau.

Kemudian beliau naik ke lagi ke Sidratul Muntaha, lalu naik lagi ke Baitul Ma'mur. Kemudian beliau naik lagi menemui Allah Ta'ala, beliau mendekat kepada-Nya, lalu Allah memberikan wahyu-Nya yaitu tentang perintah shalat sebanyak 15 waktu dalam setiap hari.

Setelah itu beliau kembali, lalu menemui Nabi Musa as., beliau bertanya: "Apa yang diperintahkan Allah kepadamu?", beliau menjawab: "50 shalat." Nabi Musa bertanya lagi: "Umatmu tidak akan kuat dengan perintah shalat itu, kembalilah menemui Tuhanmu, mintalah keringanan untuk umatmu!" kemudian Rasulullah SAW bersama Jibril kembali menemui Allah Ta'ala. Begitu seterusnya beliau bolak balik antara menemui Allah Ta'ala dan Nabi Musa as. Untuk meminta keringanan kewajibah shalat bagi umatnya. Hingga akhirnya Allah memberikan kewajiban kepada Rasulullah SAW dan umatnya untuk shalat hanya lima waktu sehari selamam. Sebenarnya Nabi Musa aw. Masih memerintahkan Rasulullah SAW untuk kembali, namun kali ini Rasulullah SAW menolakny karena merasa malu sudak sekian kali minta keringanan dari Allah Ta'ala.

Pada peristiwa Isra'Mi'raj, Rasulullah SAW diperintahkan beberapa hal, di antaranya:

  • Rasulullah SAW ditawarkan khamar dan susu, beliau memilih susu. Lantas dikatakan kepada beliau: "Engkau telah diberi petunjuk atas fitrah, seandainya engkau mengambil khamar, maka umatmu akn tersesat."
  • Beliau melihat orang-orang yang memakan harta anak yatim, mereka memiliki bibir seperti onta. Mereka mengambil sepotong api neraka langsung dengan bibirnya itu, lalu api itu keluar dari duburnya.
  • Beliau juga melihat mereka yang memakan riba, memiliki perut besar yang karenanya tidak dapat bergerak.
  • Beliau juga melihat para pazina. Di hadapan mereka terdapat daging segar yang baik dan di sampingnya terdapat bangkai busuk. Mereka memakan bangkai yang busuk tersebut dan meninggaklan daging yang baik.

Keesokan harinya, sekembalinya dari Isra' Mi'raj, Rasulullah SAW menyampaikan kebesaran Allah tersebut kepada kaumnya, namun mereka mengingkarinya dengan keras. Mereka meminta agar Rasulullah SAW menjelaskan cirri-ciri Masjidil Aqsha. Lalu Allah memperlihatkan gambaran masjid tersebut kepada Rasulullah SAW sehingga beliau dapat melihatnya dengan jelas. Kemudian beliau terangkan cirri-cirinya sehingga mereka tak dapat membantahnya. Selanjutnya Rasulullah SAW mengabarkan rombongan yang dilihatnya ketika Isra' Mi'raj, beliau sampaikan tentang waktu kedatangannya bahkan disampaikan pula onta yang berada di depan rombongan tersebut, ternyata semuanya persis seperti apa yang beliau sampaikan. Namun dengan semua itu orang-orang kafir justru semakin mengingkari Rasulullah SAW dan semakin betambah kekafirannya.

Diriwayatkan bahwa julukan Ash-Shiddiq (Yang Membenarkan) bagi Abu Bakar ash-Shiddiq berawal dari pembenaran beliau terhadap peristiwa Isra' Mi'raj yang Rasulullah SAW lakukan sementara orang-orang kafir mendustakannya.

Al-Quran menjelaskan dengan ringkas tujuan dari perjalanan Isra' Mi'raj dalam ayatnya:

"Agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekusaan) Kami." (QS. al-Isra`: 1)

Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 24 Juli 2011 12:10 )  

< Index Sejarah Singkat Rasulullah SAW >

Index Sejarah Singkat Rasulullah

SEBELUM KERASULAN


Kelahiran Rasulullah SAW
Kehidupan di Bani Sa'ad
Peristiwa Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr)
Ditinggal Ibu Tercinta
Di Bawah Asuhan Sang Kakek
Di Pangkuan Paman
Bersama Pendeta Buhaira
Perang Fijar
Hiflul-Fudhul (Perdamaian)
Kehidupan Rasulullah yang Berat
Menikah dengan Khadijah
Pemugaran Ka'bah dan Keputusan yang Adil
Kepribadian Menarik Rasulullah SAW sebelum Menjadi Nabi



PERIODE MEKKAH


WAHYU PERTAMA DAN PENGANGKATAN KERASULAN
Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Sirriyah)
Shalat (di awal kerasulan, sebelum Isra' Mi'raj)
Suku Quraisy Mendengar Berita tentang Dakwah Rasulullah
Dakwah Secara Terang-Terangan (Jahriyah)
Musyawarah untuk Mencegah Jama'ah Haji Mendengar Dakwah Rasulullah SAW
Berbagai Upaya Menghentikan Dakwah
Berbagai Penindasan dan Penyiksaan
Darul Arqam
Hijrah ke Habasyah (Ethiopia)
Tipu Daya Quraisy terhadap Muhajirin Habasyah (Ethiopia)
Upaya Quraisy Menghentikan Dawah Rasulullah SAW lewat Pamannya; Abu Thalib
Ide Membunuh Rasulullah SAW
Hamzah bin Abdul Muthalib Masuk Islam
Umar bin Khattab Masuk Islam
Utusan Kafir Quraisy Menghadap Rasulullah SAW
Boikot Umum
Pembatalan Lembar Perjanjian
Tahun Duka Cita ('Aamul Huzni)
Menikah dengan Saudah ra.
Memperluas Dakwah Ke Luar Mekkah
Berdakwah ke Thaif
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra.
ISRA' MI'RAJ
Bai'at Aqabah Pertama
Duta Islam ke Madinah
Kesuksesan Dakwah Mush'ab
Bai'at Aqabah Kedua
12 Orang Naqib (Kepala Regu)
Setan Mengatahui Peristiwa Bai'at
HIJRAH KE MADINAH
Hijrahnya Rasulullah SAW
Di Gua Tsur
Menuju Madinah
Singgah di Quba
Masuk Kota Madinah



PERIODE MADINAH


Komposisi Penduduk Madinah
Membangun Masyarakat Baru
Membangun Masjid Nabawi
Mempersaudarakan Kaum Muslimin Muhajirin dan Anshar
Perjanjian Islam
Perjanjian dengan Kaum Yahudi
Perang Melawan Orang Kafir
Perubahan Arah Kiblat
Perang Badar Qubra
Soal Tawanan Perang Badar
Pengaruh Perang Badar
Perang Bani Qainuqa'
Perang Uhud
Perang Uhud dalam al-Quran
Pelajaran dari Perang Uhud
Kejadian Antara Perang Uhud dan Ahzab
Bani Asad
Tragedi ar-Raji'
Tragedi Bi'r Ma'unah
Perang Bani Nadhir
Perang Badar Kedua
Perang Daumatul Jandal
Perang Ahzab
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsy
Perang Bani Quraizah
Perang Bani Musthaliq
Peran Orang-Orang Munafiq dalam Mengacaukan Kekuatan Kaum Muslimin
Barita Dusta (Haditsatul Ifki)
Perjanjian Hudaibiyah
Kasus Abu Jandal
Menyembelih Hady dan Mencukur Rambut
Menolak Mengembalikan Wanita Muslimah yang Hijrah
Pelajaran dan Hikmah dari Perjanjian Hudaibiyah
Tokoh-Tokoh Quraisy Masuk Islam
BABAK BARU
Mengirim Surat Berisi Seruan Dakwah kepada Raja-Raja
PERANG KHAIBAR
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Shafiyah binti Huyay
Perkara Kambing Beracun Zainab binti Harits
Perang Dzaturriqa’
Umrah Qadha`
PERANG MUT’AH
Pengaruh Perang Mut'ah
Ekspedisi Dzatussalasil
FATHU MAKKAH (Penaklukan Kota Mekkah)
Perang Hunain
Umrah Kembali lalu Pulang ke Madinah
Perang Tabuk
Orang-Orang yang Tidak Ikut Perang Tabuk
Setelah Perang Tabuk
Abu Bakar Shiddiq Menunaikan Haji
Berbondong-Bondong Masuk Agama Allah



AKHIR HAYAT RASULULLAH SAW


Haji Wada'
Pasukan Perang Terakhir
Menghadap ke Haribaan Allah
Para Sahabat Dilanda Kesedihan Mendalam

facebook/PanduanIslamSitus