Home Sirah Nabawi

Mukadimah Sirah (bagian ke-2)

Sumber-sumber utama yang dipakai dalam menyusun Biografi Nabi SAW dapat disimpulkan ke dalam empat sumber:

1. Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah sumber pokok yang memuat tonggak-tonggak Sejarah Hidup Nabi Muhammad. Al-Qur’an meninggikan perihal kehidupan Rasu­lullah sewaktu masih kecil, dalam ayat:

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى
وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى

“Bukankah Dia dapati engkau dalam keadaan yatim, lalu engkau dipelihara. Dan Dia dapati engkau dalam kebingungan lalu kamu dibimbing?” (QS. Adh-Dhuha: 6-7)

Mengenai akhlaqnya Al-Qur’an menyatakan:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Sesungguhnya engkau berakhlaq mulia.” (QS. Al­-Qalam: 4)

Di samping itu diceritakan pula kepedihan-­kepedihan dan penderitaan-penderitaan yang dialami Rasulullah dalam melaksanakan dakwahnya. Begitu pula tuduhan-tuduhan negatif dan destruktif yang digembar-gemborkan orang-orang kafir dan ingkar. Dalam Al-Qur’an terdapat pula keterangan tentang hijrah Nabi dan peperangan-peperangan penting yang terjadi setelah hijrah, seperti perang Badar, Uhud, Ahzab, Hunain, perjanjian Hudaibiyah, perang Hunain dan takluknya kota Makkah. Ada juga disebut salah satu mukjizatnya, yaitu Isra’ dan Mi’raj.

Secara global dapatlah dikatakan, Al-Qur’an me­nyinggung sebagian besar fakta-fakta sejarah Rasulullah SAW. Oleh karena itu kitab suci ini meru­pakan kitab yang keterangan-keterangannya paling terpercaya dan diakui secara historis, maka penje­lasan mengenai sejarah Nabi Muhammad mutlak harus dijadikan sumber data.

Memang, Al-Qur’an hanya menyinggung peris­tiwa-peristiwa dimaksud secara global. Suatu ketika Al-Qur’an berbicara mengenai suatu peperangan, tetapi dengan tidak menerangkan sebab-sebabnya, tempat terjadinya peperangan, jumlah kekuatan Islam dan musuh, dan tidak pula mengatakan jumlah prajurit Muslim yang gugur ataupun jumlah orang kafir yang tertawan. Sebaliknya Al-Qur’an hanya berbicara mengenai pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik dan masing-masing peperangan tersebut. Begitu pula ketika ia membicarakan tentang kisah Nabi-nabi dan umat-umat sebelum Muhammad.

Oleh karenanya keterangan Al-Qur’an belum cukup untuk dapat menyusun sebuah biografi Nabi Muhammad dalam bentuk yang lengkap dan utuh.

2.  Sunnah

Sunnah Nabi yang diakui kebenarannya (shahih) di dunia Islam adalah Hadits-hadits yang terkodifikasi dalam enam buah buku (Al-Kutub as-sittah).

Buku-buku dimaksud adalah Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Nasa’i, Sunan Turmudzi dan Sunan Ibnu Majah[1]. Termasuk dalam kategori ini dua buah buku Hadits lagi, yaitu Al­-Muwattha Imam Malik dan Musnad Imam Ahmad.

Shahih Bukhari dan Shahih Muslim menempati kedudukan teratas dilihat dari segi keshahihannya, sedangkan selainnya mengandung tidak saja Hadits-­hadits shahih, tetapi juga memuat Hadits hasan dan Hadits dha’if).

Dan kitab-kitab tersebut yang tercatat sebagian besar ihwal kehidupan Nabi SAW, peperangan, sikap dan tingkah lakunya, dapatlah disusun konsep yang menyeluruh bagi penyusunan biografi beliau. Hadits adalah sumber yang terpercaya, karena diriwayat­kan secara kronologis sampai kepada Nabi, sehingga isinya tidak bisa diragukan lagi kebenarannya.

Para orientalis dan orang-orang Islam yang lemah agamanya dan telah terpengaruh oleh ahli­-ahli dan barat, selalu berusaha menanamkan rasa ragu akan kebenaran isi kitab-kitab Hadits yang disebut di atas. Maksud mereka tidak lain untuk menghancurkan agama dan membuat orang ragu terhadap fakta-fakta sejarah. Tetapi dalam pada itu, ternyata masih selalu ada ulama-ulama yang mampu memutar balik tuduhan-tuduhan mereka itu. Pengarang sendiri, dalam buku yang berjudul, Sunnah dan Kedudukannya Dalam Hukum Islam, telah menyanggah apa-apa yang mereka tuduhkan dan telah melacak keraguan mereka dengan keterangan­ keterangan ilmiah.

3.     Syair yang Sezaman Dengan Kerasulan

Pada masa Nabi, orang-orang Musyrik menye­rang pribadi dan dakwah beliau melalui lisan para penyair. Hal ini memaksa penyair-penyair Muslim – seperti Hasan bin Tsabit dan Abdullah bin Riwawah dan lain-lain – memberikan pembelaan secara puitis pula. Hal ini tertulis dalam buku-buku kesusas­traan dan biografi yang dikarang kemudian.

Dan syair-syair itu dapat disarikan atau diketa­hui fakta-fakta yang berkenaan dengan situasi pada masa Rasulullah hidup dan pada saat dakwah Islamiyah untuk pertama kalinya tumbuh subur.

4.     Buku Biografi

Data sejarah Nabi merupakan riwayat lisan, yang oleh para sahabat disampaikan kepada generasi berikutnya. Sebagian sahabat ada yang mengkhusus­kan menyeleksi data itu secara teliti dan terperinci. Kemudian data itu diterima oleh para tabi’in untuk seterusnya ditulis.

Di antara kalangan tabi’in yang banyak mencurahkan perhatian kepada biografi Nabi ialah:

1. Abban bin Usman bin Affan (32-105 H),

2. Urwah bin Zuber bin Awwam (23-93),

3. Abdullah bin Abu Bakar Al-Anshari (wafat 135 H),

4. Muhammad bin Mus­urn bin Shihab Az-Zuhry (wafat 129 H).

Beralih kepada generasi seterusnya dan mereka mulai menyusun buku masing-masing. Yang masyhur di antara mereka adalah Muhammad bin Ishaq bin Yassar (wafat 152 H). Buku beliau ini merupakan buku yang dipercaya kebenarannya oleh para ulama dan ahli-ahli Hadits, terkecuali data yang diriwayat­kannya dan Malik dan Hisyam bin Urwah bin Zuber. Data yang diambil dari dua orang yang disebut terakhir ini dianggap invalid (tak dapat diper­caya), karena antara keduanya dengan Muhammad bin Ishaq terdapat sentimen pribadi.

Dalam mengarang bukunya “Al-Maghazi” Muhammad bin Ishaq mengumpulkan data yang terdiri dari Hadits-hadits dan riwayat-riwayat yang didapatnya langsung dan masyarakat ketika dia tinggal di Mesir dan Madinah. Sayang sekali buku ini tidak sampai ke tangan kita, hal mana merupakan kerugian. Namun demikian isinya sempat terpelihara lewat Ibnu Hisyam yang mengarang biografi Nabi dengan menimba bahannya dan Al-Bakkai – seorang murid Muhammad bin Ishaq yang ternama.

a. Buku As-Sirah Karangan Ibnu Hisyam

Dia adalah Abdul Malik bin Ayyub Al-Anshar, dibesarkan di kota Basrah dan wafat tahun 213 H. Ibnu Hisyam mengarang buku berjudul As-Siratu An-Nabawiyah. Sumber datanya sama dengan sumber data yang dipakai oleh Muhammad bin Ishaq, yaitu melalui muridnya AI-Bakkai seperti disebutkan di atas. Tetapi ia mempunyai sumber data yang lain, yakni guru-gurunya. Apa-apa yang belum ditulis oleh Muhammad bin Ishaq ditulisnya dalam buku­nya itu. Seringkali beliau menampilkan pandangan yang berbeda dengan Muhammad bin Ishaq atau menyanggah pandangannya manakala bertentangan dengan tinjauan ilmiah daya kritiknya.

Beliau menyusun sejarah hidup Nabi yang dinilai paling lengkap, paling terpercaya dan mende­tail. Buku ini dijadikan referensi oleh banyak ahli dan telah diberi komentar oleh As-Suhaily (508 -581 H)

b. Buku Tabaqat Karangan Ibnu Saad

Beliau adalah Muhammad bin Mani’ Az-Zuhry lahir di Basrah pada tahun 168 H., wafat di Bagdad pada tahun 230 H. Ia adalah sekretaris pribadi Muhammad bin Umar Al-Waqidi, seorang ahli seja­rah kenamaan dengan spesialisasi di bidang Sejarah Peperangan dan Biografi. (130-207 H)

Dalam buku Tabaqat ini diuraikan Sejarah Hidup Nabi SAW. Kemudian ditambahnya pula dengan uraian mengenai tingkatan, suku dan tempat tinggal para sahabat dan tabi’in. Itulah sebabnya buku ini dianggap sebagai sumber data yang utama dalam segi biografi Nabi dan sejarah hidup para sahabat dan tabi’in.

c.  Buku Tarikh Karangan At-Thabary

Ia adalah Muhammad bin Jarir At-Thabary (224-310 H). Beliau juga seorang imam, ahli hukum Is­lam dan ahli Hadits. Dalam fiqih dia pernah mem­bangun mazhab tersendiri, tetapi tidak menyebar luas. Buku-buku sejarah yang dikarangnya tidak hanya mengenai sejarah hidup Nabi, tetapi juga sejarah pemerintahan Islam sejak mula sampai dengan pemerintahan pada masanya.

Sungguhpun riwayat-riwayat yang dikeluarkan­nya dianggap dapat dipercaya, namun seringkali beliau mengetengahkan riwayat-riwayat yang invalid yang diambilnya dari tokoh-tokoh yang memiliki beberapa kelemahan kuantitatif dan kualitatif dan itu semua justru diketahui oleh umum. Contoh yang dapat kita catat di sini misalnya Abu Muhnif, seo­rang penganut mazhab Syafi’i yang sangat fanatik.

Pada masa-masa ini penulisan sejarah hidup Nabi mengalami perkembangan pesat, dan timbullah buku-buku yang khusus membicarakan aspek tertentu dengan tema tertentu pula. Di antara buku-­buku tersebut: Dalail An-Nubuwah, karangan Al-Isfahany, As-Syamailul Muhammadiyah, karangan At-­Turmudzi, Zaadul Maad, oleh Ibnu Qayyim Al-Jauzi, As-Syifa’i al-QadhiIyadh dan Al-Mawahibul Ladunniyah oleh Al-Qusthulany. Buku terakhir ini telah dikomentari oleh As-Zarqany (wafat 1122 H) dalam bukunya yang terdiri dari delapan jilid.

Sampai sekarang para ulama masih terus menga­rang buku-buku sejarah hidup Nabi dengan metode yang dapat diterima oleh zaman kini. Di antara buku-­buku biografi terkemuka dewasa ini terdapat Nurul Yaqin karangan Syeikh Muhammad Al-Khudry. Buku ini banyak digemari dan dijadikan literatur pokok pada beberapa perguruan tinggi yang ada di berba­gai negeri Islam.


(dakwatuna.com)

 
2 / 37

< Index Sejarah Singkat Rasulullah SAW >

< Index Sirah Nabawi >

Index Sejarah Singkat Rasulullah

SEBELUM KERASULAN


Kelahiran Rasulullah SAW
Kehidupan di Bani Sa'ad
Peristiwa Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr)
Ditinggal Ibu Tercinta
Di Bawah Asuhan Sang Kakek
Di Pangkuan Paman
Bersama Pendeta Buhaira
Perang Fijar
Hiflul-Fudhul (Perdamaian)
Kehidupan Rasulullah yang Berat
Menikah dengan Khadijah
Pemugaran Ka'bah dan Keputusan yang Adil
Kepribadian Menarik Rasulullah SAW sebelum Menjadi Nabi



PERIODE MEKKAH


WAHYU PERTAMA DAN PENGANGKATAN KERASULAN
Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Sirriyah)
Shalat (di awal kerasulan, sebelum Isra' Mi'raj)
Suku Quraisy Mendengar Berita tentang Dakwah Rasulullah
Dakwah Secara Terang-Terangan (Jahriyah)
Musyawarah untuk Mencegah Jama'ah Haji Mendengar Dakwah Rasulullah SAW
Berbagai Upaya Menghentikan Dakwah
Berbagai Penindasan dan Penyiksaan
Darul Arqam
Hijrah ke Habasyah (Ethiopia)
Tipu Daya Quraisy terhadap Muhajirin Habasyah (Ethiopia)
Upaya Quraisy Menghentikan Dawah Rasulullah SAW lewat Pamannya; Abu Thalib
Ide Membunuh Rasulullah SAW
Hamzah bin Abdul Muthalib Masuk Islam
Umar bin Khattab Masuk Islam
Utusan Kafir Quraisy Menghadap Rasulullah SAW
Boikot Umum
Pembatalan Lembar Perjanjian
Tahun Duka Cita ('Aamul Huzni)
Menikah dengan Saudah ra.
Memperluas Dakwah Ke Luar Mekkah
Berdakwah ke Thaif
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra.
ISRA' MI'RAJ
Bai'at Aqabah Pertama
Duta Islam ke Madinah
Kesuksesan Dakwah Mush'ab
Bai'at Aqabah Kedua
12 Orang Naqib (Kepala Regu)
Setan Mengatahui Peristiwa Bai'at
HIJRAH KE MADINAH
Hijrahnya Rasulullah SAW
Di Gua Tsur
Menuju Madinah
Singgah di Quba
Masuk Kota Madinah



PERIODE MADINAH


Komposisi Penduduk Madinah
Membangun Masyarakat Baru
Membangun Masjid Nabawi
Mempersaudarakan Kaum Muslimin Muhajirin dan Anshar
Perjanjian Islam
Perjanjian dengan Kaum Yahudi
Perang Melawan Orang Kafir
Perubahan Arah Kiblat
Perang Badar Qubra
Soal Tawanan Perang Badar
Pengaruh Perang Badar
Perang Bani Qainuqa'
Perang Uhud
Perang Uhud dalam al-Quran
Pelajaran dari Perang Uhud
Kejadian Antara Perang Uhud dan Ahzab
Bani Asad
Tragedi ar-Raji'
Tragedi Bi'r Ma'unah
Perang Bani Nadhir
Perang Badar Kedua
Perang Daumatul Jandal
Perang Ahzab
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsy
Perang Bani Quraizah
Perang Bani Musthaliq
Peran Orang-Orang Munafiq dalam Mengacaukan Kekuatan Kaum Muslimin
Barita Dusta (Haditsatul Ifki)
Perjanjian Hudaibiyah
Kasus Abu Jandal
Menyembelih Hady dan Mencukur Rambut
Menolak Mengembalikan Wanita Muslimah yang Hijrah
Pelajaran dan Hikmah dari Perjanjian Hudaibiyah
Tokoh-Tokoh Quraisy Masuk Islam
BABAK BARU
Mengirim Surat Berisi Seruan Dakwah kepada Raja-Raja
PERANG KHAIBAR
Pernikahan Rasulullah SAW dengan Shafiyah binti Huyay
Perkara Kambing Beracun Zainab binti Harits
Perang Dzaturriqa’
Umrah Qadha`
PERANG MUT’AH
Pengaruh Perang Mut'ah
Ekspedisi Dzatussalasil
FATHU MAKKAH (Penaklukan Kota Mekkah)
Perang Hunain
Umrah Kembali lalu Pulang ke Madinah
Perang Tabuk
Orang-Orang yang Tidak Ikut Perang Tabuk
Setelah Perang Tabuk
Abu Bakar Shiddiq Menunaikan Haji
Berbondong-Bondong Masuk Agama Allah



AKHIR HAYAT RASULULLAH SAW


Haji Wada'
Pasukan Perang Terakhir
Menghadap ke Haribaan Allah
Para Sahabat Dilanda Kesedihan Mendalam

facebook/PanduanIslamSitus